Minggu, 18 November 2012

Organisasi Informasi


I. Pendahuluan 
Setiap hari informasi banyak dihasilkan oleh sumber informasi dalam 
bentuk cetak dan non cetak. Media cetak seperti  buku, jurnal, majalah, surat 
kabar dan media lainnya yang semakin banyak merupakan tanggung jawab 
perpustakaan untuk mengaturnya atau mengelolanya. 
 Perpustakaan bertugas untuk mengelola arus IPTEK, sehingga sesuai 
dengan jenis dan tersalur/tersampaikan pada pemakai yang membutuhkan. Pada 
saat ini kita juga dilanda arus yang serba cepat berubah, dalam arti semakin sulit 
menemukan seorang manusia yang terikat hanya satu fungsi. Ini berarti eksistensi 
manusia sudah mulai berubah menjadi gabungan dari beberapa fungsi, misalnya 
guru dapat sebagai kepala sekolah, dosen, peneliti, penulis maupun pustakawan, 
sehingga dalam sekejap ia harus berubah dirinya menjadi orang yang lain, maka 
diperlukan kemampuan untuk merubah suatu informasi.
Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi (TI) khususnya 
komputer, keanekaragaman sumberdaya informasi berbasis elektronik telah di 
diinisiasi oleh produsen informasi. Majalah dan surat kabar  menjadi trend 
tersendiri bila dipublikasikan dalam bentuk Cyber Media. Surat kabar Kompas 
dengan www.kompas.com , Pikiran Rakrat dengan www.pikiran-rakyat.co.id   
majalah Detik dengan www.detk.com-nya. Jangkauan edisi  ini dapat melintas 
batas wilayah, sehingga tidak bisa lagi diprotek oleh suatu negara (tranborder 
data flow), sehingga informasinya  dapat diakses sebelum edisi cetak dterima 
pembacanya.   Berbagai informasi paper-based, baik itu buku maupun majalah, 
yang selama ini merupakan koleksi perpustakaan, banyak yang tersedia  dalam 
edisi elektronik. 
 Perpustakan dan pusat informasi mempunyai tujuan yang berbeda tetapi 
mempunyai ciri yang fundamental dari perpustakaan adalah tempat menyimpan 
informasi (information store) dan memberikan jasa informasi dalam bentuk 
layanan perpustakaan. 
II. Informasi 
Dokumen atau koleksi akan tumbuh dengan pesat disebabkan adanya 
mesin cetak yang diketemukan sehingga menimbulkan ledakan informasi yang 
ada dalam koleksi tersebut. Informasi yang ada dalam koleksi perlu diolah 
menjadi  informasi yang mudah dimanfaatkan oleh pemakai informasi. Informasi 
adalah benda abstrak yang dapat dipergunakan untuk mencapai tujuan positif dan 
atau sebaliknya. Informasi dapat mempercepat atau memperlambat pengambilan 
keputusan. Dengan demikian informasi memiliki kekuatan, baik yang membangun 
maupun yang merusak. Dalam prakteknya, informasi dapat disajikan dalam 
berbagai bentuk baik lisan (oral), tercetak (printed), audio, maupun audio-visual 
gerak yang masing-masing memiliki ciri khas, kelebihan dan kekurangan. Dengan 
melihat perkembangan informasi tersebut diatas maka bagian berikut ini akan 
dibahas lebih dahulu pengertian informasi, fungsi informasi, dan manfaat 
informasi melalui jasa perpustakaan. 
2.1 Pengertian informasi 
Pengertian informasi banyak menimbulkan kerancuan dengan data namun 
antara informasi dan data saling berhubungan. Untuk mengetahui kedua 
perbedaan tersebut maka perlu dibahas beberapa pengertian informasi 
menurut ahlinya, antara lain:  
a. Menurut Gordon B. Davis dan George R. Terry 
Informasi bermanfaat atau tepat sasaran tergantung oleh beberapa hal, antara 
lain: tujuan si penerima informasi; ketelitian penyampaian dan pengolah 
data; waktu yang tepat; ruang atau tempat; bentuk dan ; semantic 
Dengan melihat uraian tersebut diatas maka informasi akan bermanfaat 
apabila disampaikan kepada orang tepat, waktu yang tepat dan bentuk  yang 
jelas dan tepat. Pada kenyataan kehidupan sehari-hari timbul kerancuan 
penggunaan informasi dan data. Informasi bisa kita temui bentuk: 
(1) berita: peristiwa, perihal. 
(2) data: statistik, perkembangan 
(3) literatur: buku, majalah, rekaman peristiwa, dan karangan ilmiah. 
b. Menurut MJ Riley 
Data dapat dalam bentuk statemen, fakta atau gambar. Jadi MJ Riley hanya 
memabahas tentang data tidak membahas informasi.  
c. Menurut Burch dan Strater 
Data adalah fakta yang masih mentah apabila berdiri sendiri. Dengan kata 
lain bahwa data adalah fakta yang belum terorganisasi dengan baik sehingga 
tidak memunyai makna.Data mempunyai makna membutuhkan proses lebih 
lanjut. Apabila data dihubungkan dengan masalah spesifik akan berubah 
menjadi informasi. Informasi adalah data yang telah diproses dengan 
dihubungkan dengan masalah.
d. Menurut Shannon dan Weaver 
Informasi sebagai objek materi ilmu komunikasi mempunyai makna: Hal 
atau energi yang terpolakan yang mempengaruhi dan memungkinkan 
seseorang membuat keputusan dari beberapa kemungkinan yang ada. 
Informasi bermanfaat untuk mencapai tujuan ideal maupun material 
Dengan melihat pengertian informasi tersebut diatas maka informasi  
mempunyai peranan penting dalam pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan 
sepanjang masa. Pada saat ini semua tindakan yang dilakukan oleh masyarakat 
harus dilandasi data dan fakta agar berhasil guna dan berdaya guna, sehingga yang 
dimaksud ilmu sebagai pengetahuan teruji yang merupakan kumpulan data dan  
fakta sebagai hasil penelitian. A 
2.2 Fungsi informasi 
Dengan melihat pengertian informasi tersebut diatas maka fungsi informasi 
adalah to in crease  the knowledge or to reduce the uncertainty of the users. 
Dengan melihat fungsi informasi sebagai untuk ilmu pengetahuan maka 
informasi akan mempunyai beberapa nilai, antara lain: 
- mudahnya tidak diperoleh 
- sifat luas dan lengkapnya 
- ketelitian 
- keluwesan 
- objektif 
- kecocokan 
- ketepatan waktu 
- kejelasan 
- bias tidak dibuktikan 
- dapat diukur 
2.3 Manfaat informasi melalui jasa perpustakaan 
Pada dasarnya masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan koleksi yang ada 
terutama informasi ilmiah. Hal ini dapat dilihat pada data rendahnya 
peminjaman koleksi, rendahnya minat baca, kurangnya mengetahui sesuau 
yang mendalam, perpustakaan belum memasyarakat. Perpustakaan belum 
memasyarakat hal ini dapat dilihat bahwa masyarakat masih menganggap 
perpustakaan sama dengan gudang buku. Faktor yang menyebabkan 
perpustakaan belum memasyarakat dan enggan mengunjungi perpustakaan, 
antara lain: 
- koleksi masih kuno 
- buku berbahasa asing 
- kurang mengeimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 
- pemakai belum terbiasa menggunakan fasilitas perpustakaan  
- pemakai belum terbiasa menggunakan atau memanfaatkan jenis 
kepustakaan sekunder seperti indeks, bibliografi, ensiklopedi, kamus, 
penerbitan pemerintah 
Dengan melihat beberapa factor yang menghambat perkembangan 
perpustakaan maka arus informasi berhenti hanya sampai dalam bentuk koleksi 
sehingga tidak akan berjalan lancar dan komponen yang lain tidak dimanfaatkan 
secara keseluruhan.  
Arus informasi 
Arus informasi adalah suatu proses kegiatan dimana suatu organisasi untuk 
mendapatkan bahan informasi untuk diolah menjadi informasi baru yang 
kemudian disebarluaskan kepada pemakai. Pada bagian berikut ini akan 
dibahas faktor yang mempengaruhi arus informasi, terdiri dari: 
a. Faktor penghambat, terdiri dari: 
• banyaknya terbitan berkala 
• koleksi terbitan berbahasa asing 
• belum terjalin hubungan erat pusat-pusat informasi 
• belum ada media komunikasi yang tepat 
• mutu layanan jasa informasi tidak sesuai dengan permintaan 
• kebutuhan pemakai kurang dapat perhatian 
• sarana penemuan kembali informasi kurang dipahami oleh 
masyarakat pemakai 
b. Faktor pendorong , terdiri dari 
• ruang lingkup yang terbatas 
• klasifikasi yang cocok 
• bibliografi tahunan 
Selain itu masih ada hambatan dari pihak pemakai terutama masalah 
pemakai yang tidak dapat merumuskan dengan jelas bahan yang dibutuhkan. 
Dengan  sistem klasifikasi dan katalogisasi yang jelas akan membantu 
pemakai untuk menemukan koleksi baik yang dicari dan mengetahui karya 
lain yang mungkin dapat dipergunakan sebagai bahan penguat atau 
pembanding. terkumpul tersebut kemudian diolah menjadi informasi baru. 
Informasi disebar luaskan kepada pemakai,  maka informasi akan mempunyai 
fungsi sebagai petunjuk untuk dapat menemukan kembali dokumen asli yang 
tersimpan di pusat informasi. 
Arus informasi tersebut dapat digamabarkan, sebagai berikut: 
                                             
III. Layanan Informasi Perustakaan 
Apabila melihat penjelasan arus informasi tersebut diatas maka 
perpustakaan sebagai pusat informasi mempunyai peranan yang sangat strategis 
dan penting untuk suatu kegiatan. Dalam hal ini perpustakaan sebagai pusat 
sumber informasi harus mampu melayani kebutuhan semaksimal mungkin pada 
pemakai. 
Jasa layanan perpustakaan akan bermanfaat bagi pemakai apabila 
informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan pemakai. Pada saat ini pemakai 
dihadapkan pada adanya ledakan informasi sehingga perpustakaan harus dapat 
menyeleksi mana yang sesuai dan tidak sesuai. Perpustakaan sebagai pusat 
informasi harus dapat menyusun bahan kepustakaan yang sistematis sehingga 
dapat dimanfaatkan bagi pemakai yang memerlukan. 
Dalam pelayanan jasa penyebaran informasi ilmiah mempunyai beberapa 
bentuk, antara lain: 
a. Layanan meja informasi 
Layanan meja informasi adalah layanan dalam bentuk tuntunan dan 
bimbingan pembaca untuk mengenali  bagian dari perpustakaan dan 
pemberian informasi yang sifatnya umum. 
• Memberikan kesempatan kepada pemakai untuk menggunakan 
koleksi referens atau koleksi lainnya. 
b. Layanan pinjam antar perpustakaan 
Layanan pinjam sistem antar perpustakaan adalah anggota suatu 
perpustakaan dapat meminjam buku atau bahan pustaka lain yang tidak 
ada di perpustakaan tersebut ke perpustakaan lain yang mempunyai 
koleksi lengkap, dengan prosedur yang berlaku seperti ada surat 
rekomendasi dari pengelola perpustakaan yang menjadi anggota 
organisasi tersebut. 
c. Layanan referens 
Layanan referens merupakan layanan petunjuk yang berupa informasi  
Layanan selektif adalah penyebaran informasi bagi pemakai yang sesuai 
dengan minat dan keahliannya. Layanan ini diberikan kepada pemakai 
berdasarkan bidang atau keahlian yang dimiliki. 
d. Layanan korespondens 
Layanan korespondens adalah layanan melalui surat menyurat antara 
pihak pemakai dengan pihak perpustakaan tentang suatu hal.Yang 
ditanyakan pada layanan ini mengenai masalah referens seperti masalah 
apa, siapa, dalam peristiwa apa, informasi buku dan jurnal. 
e. Layanan bimbingan pemakai 
Layanan bimbingan pemakai adalah layanan yang biasanya terdapat pada 
perpustakaan perguruan tinggi dalam bentuk bimbingan mencari informasi 
melalui ensiklopedia, mencari informasi dengan mempergunakan katalog, 
bagaimana pembuatan karya ilmiah, dan studi kepustakaan lainnya. 
f. Layanan telekomunukasi 
Layanan telekomunikasi adalah layanan penulusuran informasi dengan 
mempergunakan alat telekomunikasi seperti online, dialog, jaringan 
internet. 
IV. Jaringan Sumber Informasi Ilmiah 
Semua sumber informasi suatu saat dibutuhkan oleh pemakai atau pemberi 
jasa informasi. Untuk menggunakan dan memilih  informasi yang baik diperlukan  
syarat mutlak pengetahuan yang harus dimiliki pemilik jasa layanan informasi. 
Sumber informasi merupakan wadah atau tempat untuk menjawab semua 
pertanyaan yang diajukan oleh pemakai. 
4.1 Sumber informasi 
Sumber informasi dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok, terdiri dari: 
a. Kepustakaan primer 
Kepustakaan primer adalah karangan asli yang tertulis lengkap oleh 
penulis. 
 :Yang termasuk dalam kelompok kepustakaan sekunder, antara lain .
indeks, sari karangan, daftar judul atau daftar isi, bibliografi, ensiklopedia, 
kamus, buku pegangan. 
b. Kepustakaan tertier 
Kepustakaan tertier adalah semua ringkasan dari kepustakaan sekunder. 
Yang termasuk dalam kelompok kepustakaan tertier, antara lain pedoman 
kepustakaan, bibliografi karya bibliografi. 
c. Orang atau organisasi 
Orang atau organisasi adalah sumber informasi yang berasal dari 
percakapan seseorang atau kegiatan ilmiah  
a. aga  penelitian 
b. Lembaga pendidikan tinggi 
c. Perkumpulan dagang 
d. Organisasi profesi seperti IDI, PGRI, IPI dan lain sebagainya. 
             
Setelah mengetahui jenis sumber informasi tersebut diatas maka koleksi 
kepustakaan dapat dijadikan sebagai sumber informasi adalah koleksi suatu 
perpustakaan dengan koleksi perpustakaan lain. Dalam hal ini antara perpustakaan
yang satu dengan perpustakaan lain harus terjalin hubungan atau kerjasama yang 
baik dan terpadu sehingga akan timbul informasi yang baru. 
Dengan informasi yang baru diharapkan perpustakaan akan mengalami 
perkembangan kemajuan koleksi untuk memenuhi  kebutuhan pemakai. Namun 
tidak selamanya perpustakaan akan dapat memenuhi kebutuhan koleksi kepada 
pemakai disebabkan oleh beberapa hal antara lain tenaga, dana, meningkatnya 
harga buku, terbatasnya tempat sehingga pemanfaatan perpustakaan lain perlu 
dilaksanakan. 
Kerjasama perpustakaan baik lokal, nasional, internasional dengan 
ditunjang sarana komunikasi yang baik.  
n. Faktor yang menyebabkan terbentuknya sistem jaringan informasi, 
antara lain: 
a. Melimpahnya informasi yang tidak dapat dikendalikan  
b. Tempat yang memberikan layanan informasi menemui kesukaran yang 
tidak dapat dipecahkan sendiri 
c. Terbatasnya dana yang dapat menunjang pengembangan layanan jasa 
informasi 
4.2 Hambatan memperoleh informasi 
Setelah menetahui fungsi dan nilai informasi maka pemakai berusaha 
mendapatkan informasi . Namun kenyataannya untuk mendapatkan informasi ada 
beberapa faktor yang menghambat, terdiri dari:  
a. Kurangnya pengertian pimpinan lembaga atau organisasi terhadap 
pentingnya informasi 
b. Ketatnya peraturan pemasukkan buku dari luar negeri
c. Faktor penguasaan bahasa asing 
d. Mengabaikan nilai informasi 
e. Kurangnya kesadaran pemakai dalam pemanfaatan jasa informasi 
4.3 Pemakai informasi perpustakaan 
Pemakai informasi yang dimaksud adalah pengguna perpustakaan secara aktif 
dan pasif  memanfaatkan informasi yang ada di perpustakaan. Agar informasi 
tersebut dapat dimanfaatkan pemakai maka pihak perpustakaan harus mengolah 
lebih dahulu. Proses pengolahan informasi tersebut melalui beberapa tahap, terdiri 
dari:  
a. Isi bahan informasi dikumpulkan kemudian dipilih sesuai dengan 
manfaatnya 
b. Isi bahan informasi dianalisis hasilnya dibuatkan ringkasan 
c. Hasil pengolahan disimpan menurut system yang baik akan memudahkan 
pemakai untuk menemukan kembaliu informasi tersebut. 
d. Informasi yang diolah disebar luaskan kepada pemakai 
    
4.4 Jenis pemakai informasi 
Pemakai informasi merupakan komponen penting dalam jaringan informasi. 
Untuk kelancaran arus informasi diperlukan pengetahuan jenis pemakai informasi. 
Dengan mengetahui jenis pemakai informasi maka akan mengetahui kebutuhan, 
kebiasaan dan bahan yang dipilih pemakai. Yang termasuk pemakai jasa informasi 
perpustakaan, terdiri dari: 
a. Peneliti dan pengajar 
b. Tenaga teknis/laboran dari lembaga tertentu 
c. Pengelola 
d. Mahasiswa 
e. Peminat lainnya/kelompok profesi 
4.5 Jenis informasi yang diperlukan pemakai 
Setelah mengetahui jenis pemakai informasi maka langkah selanjutnya 
mengelompokkan jenis informasi, terdiri dari: 
a. Informasi mutakhir yang erat kaitannya dengan bidang masing-masing 
adalah informasi yang mengikuti perkembangan bidang dan minat masingmasing. 
b. Informasi yang ada kaitannya dengan kegiatan sehari-hari adalah 
informasi yang diperlukan untuk kegiatan sehari-hari sebagai alat 
pembuktian kebanaran sumber. 
c. Informasi yang relevansinya dengan tugas survey dan penelitian adalah 
informasi yang dipergunakan sebagai bahan penulisan karya ilmiah. 

1 komentar: